Rabu, 27 Januari 2010

ANGGUN DENGAN HIGH HEELS


high heels atau sepatu hak tinggi sudah menjadi sebuah primadona dikalangan wanita dan remaja karena high heels dipercaya dapat membuat penampilan terlihat lebih menarik dan lebih percaya diri. High heels juga memberikan kesan kaki terlihat lebih panjang dan seksi namun anggun bagi pemakainya. Namun high heels juga dapat menyimpan beribu penderitaan bagi pemakainya. Masalah-masalah yang sering timbul misalnya lapisan kulit menebal atau kapalan, kaki bengkak yang bisa menjadi radang, beban tubuh terpusat di kaki bagian tumit dan stress pada kaki, cedera pada otot kaki, nyeri sendi dan punggung, sampai pada masalah yang lebih kompleks seperti tulang ibu jari yang bergeser, atau sakit yang teramat sangat pada tulang telapak kaki yang bertambah parah setiap tahunnya. Selain itu high heels dapat menimbulkan kecelakaan seperti terjatuh yang dapat menyebabkan kerusakan kaki permanen.

Namun jangan kuatir, anda bisa tetap memakai high heels anda karena penderitaan yang dialami karena penggunaan high heels dapat dikurangi dengan beberapa solusi sebagai berikut :
- Pastikan ukuran high heels yang dimiliki benar-benar pas saat dipakai. Sehingga saat dipakai kaki tidak sakit dan terasa nyaman.
- Langkahkan kaki dengan mengayunkan tumit, lalu pijakkan kaki dengan cepat tapi halus. Usahakan ibu jari kaki selalu menghadap ke depan.
- Setiap melangkah, usahakan tumit menyentuh tanah terlebih dahulu, kemudian diikuti dengan bagian yang lain. Melangkahlah perlahan dan hati-hati.
- Pastikan jari-jari kaki tetap lurus dan tidak melipat. Saat memakai high heels, secara tidak sengaja jari kaki melipat untuk menahan tumpuan sehingga akan membuat jari kaki sakit dan kaki menjadi pegal.
- Pakailah sepatu/sandal dengan model jari-jari kaki yang terbuka untuk meringankan tekanan.
- Jangan menghentakkan kaki terlalu keras. Jalanlah dengan stabil dan tidak terlalu cepat.
- Jangan lupa ayunkan tangan untuk menjaga keseimbangan.
- Pastikan kedua jarak kaki tetap dekat. Dengan kata lain, ambil langkah pendek-pendek. Jangan membuat jarak yang lebar akan membuat keseimbangan terganggu.
- Berjalanlah dengan lurus dan perlahan. Jangan pernah memakai high heels untuk berlari karena akan menyebabkan cidera.

Semoga dengan mengikuti tips ini, masalah-masalah penggunaan high heel dapat teratasi dan pemakainya terhindar dari cedera akibat terjatuh.

sumber : duniaperempuan.com

Rabu, 20 Januari 2010

Contoh Surat lamaran Kerja

Designation,
Head of Personnel
PT. Yuliana Julle
Jl. Pejompongan 15 A
Jakarta


Sincerely,

Responding to your ad in Kompas published on January 5, 2010 for the secretary position, I would like to offer myself for the position.

I was twenty years old and had worked as a typist staff for two years. After graduating from the College Secretary, I attended a job training for secretarial work for three months. Now I feel have the skills needed to fill vacancies that you offer.

For further information, I hereby attach a resume, letter from the academy, and a recent photograph to me.

I hope you will consider this proposal, and gave me a chance to interview.


Sincerely,



Julle

Sabtu, 16 Januari 2010

l'amour est source de confusion


HAPPY mais l'amour fait mal. . .
Quand nous aimons, nous sommes heureux
quand on est jaloux de nos blessés

«L'amour ne pas avoir«
la LIE
Chacun veut avoir même
parfois l'impression devrait avoir.

"en regardant les gens que nous aimons"
heureux, nous sommes heureux "
Il Lie
nous prétendons simplement d'être heureux!

"Il vaut mieux être aimé que d'aimer"
a eu tort
parce que nous aimions seulement quand nous nous sentons fiers
Mais quand l'amour nous pouvons sentir le vrai sens du bonheur ..

Kamis, 07 Januari 2010

Make up merubah bentuk wajah :

keindahan dari make up adalah make up dapat merubah bentuk wajah anda.
Make up tidak dapat membuat wajah yang gemuk menjadi kurus tapi dapat membuatnya terlihat lebih kurus.

Aplikasi yang benar dari pencerah wajah dan corak dapat memberikan hasil yang menakjubkan.

Untuk membantu anda, kami akan memberikan beberapa panduan dalam menggunakan make up untuk mengubah bentuk wajah anda.

Wajah yang panjang : gunakan foundation yang kehitaman pada dahi dan dagu anda dengan mengkombinasikannya dengan pencerah wajah pada bagian wajah yang lain.

Wajah yang bulat : gunakan make up yang berlawanan dari panduan sebelumnya (wajah yang panjang).

Telinga : perpanjang telinga dengan corak yang cerah dan perpendek telinga yang besar dengan corak yang hitam sampai menengah.

Tidur untuk kecantikan :
tidur adalah waktu dimana bagian dari badan dan kulit kita bekerja untuk memperbaiki luka yang terjadi ketika kita beraktifitas pada hari itu.

ketika anda tidak sadar dan sedang menikmati istirahat di tempat tidur anda, badan anda sedang bekerja keras membangun kembali, melengkapi dan meremajakan kulit dan rambut anda.

rata-rata setiap orang membutuhkan waktu delapan jam untuk tidur.

Sangat penting bagi kita untuk mengusahakan tidur yang lelap karena ketika kita tertidur lelap, tubuh kita dapan mengisi tenaga dengan sangat baik.

jika anda mengalami kesulitan untuk mendapat tidur yang berkualitas, cobalah untuk mengusahakan jam tidur yang sama atau coba cari bantuan dari para pakar.
Make up merubah bentuk wajah :

global warming

Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.
Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.
Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.
Ini adalah gambar temperatur kita :


Dampak pemanasan global
Para ilmuan menggunakan model komputer dari temperatur, pola presipitasi, dan sirkulasi atmosfer untuk mempelajari pemanasan global. Berdasarkan model tersebut, para ilmuan telah membuat beberapa prakiraan mengenai dampak pemanasan global terhadap cuaca, tinggi permukaan air laut, pantai, pertanian, kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia.
Iklim Mulai Tidak Stabil
Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.
Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar, di mana hal ini akan menurunkan proses pemanasan (lihat siklus air). Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini)[29]. Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.

Peningkatan permukaan laut
Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 - 25 cm (4 - 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 - 88 cm (4 - 35 inchi) pada abad ke-21.
Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai.
Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi ekosistem pantai. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat. Rawa-rawa baru juga akan terbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Florida Everglades.

Suhu global cenderung meningkat
Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat
Gangguan ekologis
Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.
Dampak sosial dan politik
Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.
Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Seperti meningkatnya kejadian Demam Berdarah karena munculnya ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak. Dengan adamya perubahan iklim ini maka ada beberapa spesies vektor penyakit (eq Aedes Agipty), Virus, bakteri, plasmodium menjadi lebih resisten terhadap obat tertentu yang target nya adala organisme tersebut. Selain itu bisa diprediksi kan bahwa ada beberapa spesies yang secara alamiah akan terseleksi ataupun punah dikarenakan perbuhan ekosistem yang ekstreem ini. hal ini juga akan berdampak perubahan iklim (Climat change)yang bis berdampak kepada peningkatan kasus penyakit tertentu seperti ISPA (kemarau panjang / kebakaran hutan, DBD Kaitan dengan musim hujan tidak menentu)
Gradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.

Sabtu, 28 November 2009

sharing bareng lucky


ini poto waktu anak2 aneka cogirl 07 sharing tentang HIV AIDS
katanya HIV AIDS bisa nular ke siapa aj
trus gag da tanda2 khusus buat org yg kena pnykt ini coz org yg dari luarnya keliatan sehat bisa aj ternyata dia terjangkit virus ini

banyak faktor yang bisa menyebabkan virus ini :
mulai dari gonta-ganti pasangan
jarum suntik dll

trus dari sering ini w jg tau klo org tua yg terkena virus anaknya bs aj gag terkena virus ini tp butuh biaya yg gag murah coz obatnya mahal uda gt kemungkinannya juga kecil bgd.

biar lebih jelas w kita liat aj artikel dibawah ini :

HIV adalah virus penyebab AIDS. HIV terdapat dalam cairan tubuh seseorang seperti darah, cairan kelamin (air mani atau cairan vagina yang telah terinfeksi) dan air susu ibu yang telah terinfeksi. Sedangkan AIDS adalah sindrom menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV. Orang yang mengidap AIDS amat mudah tertular oleh berbagai macam penyakit karena sistem kekebalan tubuh penderita telah menurun.HIV dapat menular ke orang lain melalui :

* Hubungan seksual (anal, oral, vaginal) yang tidak terlindungi (tanpa kondom) dengan orang yang telah terinfeksi HIV.
* Jarum suntik/tindik/tato yang tidak steril dan dipakai bergantian

* Mendapatkan transfusi darah yang mengandung virus HIV

* Ibu penderita HIV Positif kepada bayinya ketika dalam kandungan, saat melahirkan atau melalui air susu ibu (ASI)

Tanda-tanda klinis penderita AIDS :

1. Berat badan menurun lebih dari 10 % dalam 1 bulan
2. Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
3. Demam berkepanjangan lebih dari1 bulan
4. Penurunan kesadaran dan gangguan-gangguan neurologis
5. Dimensia/HIV ensefalopati

Gejala minor :

1. Batuk menetap lebih dari 1 bulan
2. Dermatitis generalisata yang gatal
3. Adanya Herpes zoster multisegmental dan berulang
4. Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita

okey sampai disini dulu ya .....